TUJUAN HIDUP SEORANG MU’MIN?

Published June 19, 2012 by bahasaindonesia

TUJUAN HIDUP SEORANG MU’MIN?

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); Maka Jikalau kamu mati, Apakah mereka akan kekal?

tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.

(QS. Al-Anbiyak: 34-35).

APAKAH HIDUP ITU ?

Hidup sering diartikan sebagai suatu perjalanan yang amat panjang yang diukur dengan hitungan dan batas waktu. Dimana dalam suatu kehidupan tersebut dibutuhkan suatu perjuangan, dan pengorbanan yang besar dari pelaku kehidupan itu sendiri. Ada pepatah mengatakan “ orang hidup didunia ini hanya sekedar melepas lelah dan dahaga”. Dengan artian bahwa manusia hidup di dunia ini tidaklah kekal untuk selamanya melainkan kelak ia akan meninggalkan tempat yang fana ini.

Oleh sebab itu kita pergunakan waktu yang pendek ini untuk selalu berbuat kebajikan dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Serta yang harus sangat diperhatikan lagi yakni kita tidak boleh melupakan siapa yang memberikan kita hidup., yakni Allah SWT. “ tidak melupakan” di sini tidak hanya sekedar mengingat dan mengetahui saja, melainkan kita harus selalu senantiasa menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya, Diana kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan yang kekal untuk selama-lamanya yakni kehidupan akhirat.

DARIMANA KITA BERASAL?

dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

(QS. Al-Mukminun: 12-13).

Memahami bahwa diri manusia berasal dari kekuasaan Allah SWT, yakni diciptakan Allah dari setetes air mani, tentu tidak layak baginya berlaku sombong dalam menjalani hidup di dunia ini.

UNTUK APA MANUSIA DICIPTAKAN?

Al-quran telah memberikan penjelasan yang sangat jelas dan tegas tentang tujuan penciptaan manusia ini. Allah telah menetapkan tugas dan misi yang harus diemban oleh setiap manusia, dan sungguh keberadaannya di dunia ini bukanlah sekedar untuk main-main dan tanpa tujuan yang pasti.

Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?

(QS. Al-Mukminun:115)

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? (QS. AL- Qiyamah:36)

Karena manusia memiliki tugas itu, ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kehidupannya. Adapun secara umum tujuan manusia diciptakan adalah untuk mengabdikan diri secara mutlak hanya kepada Allah semata.

Bagi orang-orang yang beriman setiap gerak langkahnya adalah merupakan suatu ibadah. Kehidupan kesehariannya di habiskan untuk proses ibadah, usaha dan bisnisnya adalah ibadah, dan setiap tutur katanya adalah ibadah.

Bagi seorang mukmin, ridho Allah SWT adalah tujuan setiap gerak ibadah yang dilakukan. Sementara itu, di sisi lain manusia mendapatkan misi kekhalifahan, suatu tugas yang tidak bisa diberikan kepada makhluk lain kecuali manusia. Allah memberikan kelebihan lain dibandingkan dengan makhluk ciptaan lainnya yaitu mampu menjadi khalifah di muka bumi ini baik khalifah untuk dirinya sendiri, orang lain serta khalifah bagi makhluk ciptaan Allah lainnya.

Dengan tugasnya sebagai khalifah, maka ia harus melakukan kegiatan-kegiatan untuk memimpin peradapan dunia ini dan sekaligus memakmurkan alam. Hal ini merupakan tuga yang berat yang harus diemban oleh manusia dimana suatu saat akan diminta pertanggungjawaban di sisi Allah SWT.

HENDAK KEMANA PERJALANAN AKHIR HIDUP MANUSIA?

Al-quan memberikan jawaban mengenai pertanyaan ini. Yang pertama , bahwa manusia dan seluruh makhluk hidup pasti akan mati.

Fiman Allah:

tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(QS. Ali imron:185)

Tidak  ada makhluk yang kekal di dunia ini kematian akan menjumpai siapapun, kapanpun, dan dimana pun berada. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi kadatangan malaikat maut untuk mencabut ruh manusia itu, apabila telah sampai ajalnya. Sekalipun benteng yang kukuh dan kuat mereka akan tetap menemui ajalnya. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT  dalam firman-Nya:

. di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan[319], mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) Hampir-hampir tidak memahami pembicaraan[320] sedikitpun?

( QS. An-Nisa:78).

[319] Kemenangan dalam peperangan atau rezki.

[320] Pelajaran dan nasehat-nasehat yang diberikan.

Meskipun kemajuan ilmu pengetahuan semakin memuncak, tetapi sampai saat ini bahkan sampai dunia kiamat tidak aka nada ahli-ahli yang dapat menangguhkan atau mempercepat kematian seseorang dari ajal yang sudah ditetapkan Allah SWT.

 Allah berfirman:

tiap-tiap umat mempunyai batas waktu[537]; Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.( QS. Al-Akraf:34).

[537] Maksudnya: tiap-tiap bangsa mempunyai batas waktu kejayaan atau keruntuhan.

Maut (kematian) adalah satu batas antara di dunia dengan hidup di alam bazrah (kubur) sebelum alam akhirat. Dimana pada hari itu akan ada pembalasan amal. Bagi orang yang beriman dan beramal shaleh mereka akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda berupa pahala dan kenikmatan –kenikmatan lainnya. Adapun yang salah memilih jalan hidup, kehinaan akan menyelimutinya di hari akhir nanti.

Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT hendaknya kita yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa semua amal perbuatan manusia di muka bumi ini kelak di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban, dari yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya, dari yang terpendam dalam hati maupun yang lahir dalam kenyataan. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan olah anggota badan manusia kelak di akhirat akan menguraikan dengan sejelas-jelasnya perjalanan mereka di dunia, tiada sekecilpun dari tingkah lakunya itu disembunyikan atau di rahasiakan atau direka-reka semua akan berkata dan menyaksikan dengan sejujur-jujurnya.

Semua dari anggota jasmani kita akan member kesaksian dan akan berbicara sendiri dihadapan Allah. Lidah kita pada saat itu tidak bersuara tidak boleh mengatakan sesuatu, yang hanya berbicara ialah tangan, kaki, telinga, dan lain-lainnya.

Firman Allah:” pada hari itu yang menjadi saksi atas perbuatan mereka ialah lidah, tangan, dan kaki mereka.”

Demikianlah akhir perjalanan hidup manusia di dunia ini yakni kematian. Maka dimulailah kehidupan baru yang kekal di akhirat. Bernahagialah orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Akan tetapi merugilah orang yang mendustakan kebenaran Rab-Nya.

Untuk itu marilah kita bersegera menetapkan tujua hidup sebelum terlambat. Sesungguhnya tujuan di dunia ini adalah untuk menyembah Rabb-Nya, yakni yang telah menciptakan serta membari segala kecukupan baginya. Selalu berusaha memantapkan keimanannya dengan dilandasi sifat istiqomah tawadu’ dan bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya.

Sebagai renungan bagi kita:

Sebagai seorang muslim yang mu’min sudahkah kita menegakkan kebenaran walaupun pahit seharusnya disampaikan terutama pada diri sendiri, sebagaimana diri ini sudahkah melaksanakan perintah-perintah itu, seharusnya kita memperbanyak ibadah dan amalan lainnya yang mendatangkan manfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain dengan landasan agama yang disyariatkan oleh Rasullullah SAW dan menjahui dari perbuatan-perbuatan yang bathil atau terlarang dari agama itu sendiri. Sesungguhnya kebenaran itu akan menghapus suatu kebathilan.

IMAN SEORANG MUSLIM

iman seorang muslim terkadang lemah sehingga terkadang ia dikuasai hawa nafsunya, syetan merayunya untuk berbuat maksiat maka ia berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri, menjerumuskan dirinya pada suatu yang diharamkan Allah SWT. Allah maha pengasih terhadap hamba-hamba-Nyan rahmat Allah sanagat luas mencukupi segala sesuatu, maka barang siapa yang berbuat setelah melakukan kedzaliman maka sesungguhnya Allahmenerima taubatnya dan mengampuninya.

Dalam penjelasan tentang keluasan ampunan Allah dan rahmat-Nya bagi orang-orang yang bertaubat, Allah SWT berfirman:

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Az-Zumar: 53).

[1314] Dalam hubungan ini Lihat surat An Nisa ayat 48.

Taubat adalah wajib bagi kaum mu’minin, maka tidak boleh ditunda pelaksanaannya. Karena ditakutkan pengaruh dosa itu akan bertumpuk dalam hatinya, satu persatu, hingga hati itu menghitam bahka sampai membusuk. Taubat yang diperintahkan agar dilakukan oleh kaum mu’minin adalah taubat nasuha 9 taubat yang semurni-murninya).

Ketika seorang mukallaf telah menghadapi kematiannya, saat itu taubatnya tidak diterima lagi.  Oleh karena itu maka bersegeralah bertaubat, karena jodoh, rezeki, dan ajal merupakan rahasia Allah SWT yang tersimpan sangat rapi dimana tidak ada seorangpun yang dapat mendahului kerahasiaan tersebut.

Dengan taubatlah maka kesalahannya dihapuskan dan dosa-dosanya diampuni. Karena manusia, disebabkan sifat kemanusiaannya tidak mungkin terbebas dari kesalahan dan dosa-dosa. Itu bermula dari kenyataan elemen pembentukan manusia tersusun dari unsur tanah yang berasal dari bumi dan unsure Ruh yang berasal dari langit. Salah satunya menarik kebawah sementara bagian yang lainnya mengajak ke atas. Setiap mu’min harus dapat mengendalikan hawa nafsunya agar kemenangan dan kebahagiaan dapat menghampirinya dan dapat menjauhkan dari kebinasaan, kekecewaan serta penderitaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: