Definisi Puasa ramadhan

Published July 23, 2012 by bahasaindonesia

Definisi Puasa ramadhan
Puasa diambil dari bahasa Arab ﺻﻮﻣﺎﻮﺻﻴﺎﻣﺎ  – ﻳﺻﻮﻡ -ﺻﺎﻡ Yang artinya adalah menahan dari sesuatu. Abu Ubaid berkata: “Dikatakan bagi setiap orang yang menahan dari sesuatu berupa makan, berbicara, menceritakan aib orang maka dia disebut orang yag berpuasa”
Secara bahasa shiyam berarti “ menahan dan tenang “, lawan kata dari “bergerak”. Oleh karena itu Allah mengiringkan puasa dengan sholat, sebab sholat merupakan gerakan menuju al-haq, sedangkan puasa berarti menahan dari syahwat. Hal ini mencakaup perbuatan menahan diri dari ucapan dan perbuatan, dan juga mencakup manusia, hewan dan sebagainya. Contoh menahan diri dari ucapan adalah firman Allah:

ﺇﱏﱠﻧﺬﺭﺕﻟﻠﺮﱠﲪﻦﺻﻮﻣﺎ

Artinya aku bernadzar untuk Tuhan Yang Maha Pemurah shaum  (tidak berbicara). (QS.Maryam (19):26).
Contoh menahan diri dari perbuatan adalah ucapan an-Nabighahadh-Dhibyani:

ﺧﯿﻞﺻﯿﺎﻮﺧﯿﻞﻏﯿﺮﺻﺎﺋﻤﺔﲢﺖﴽﻟﻌﺟﺎﺝﻭﴽﺧﺮﯼﺗﻌﻟﻚﴽﻟﻠﺟﻣﺎ
Artinya kuda yang tenang dan muda yang meringkik di bawah asap Dan yang lainnya menggerangkan tali kekangnya.
Adapuan secara syara’ arti shiyam adalah menahan diri dari makan ,minum, berhubungan dengan istri, dansebagainya sesuai dengan tuntunan syari’at, termasuk juga menahan diri dari ucapan kotor, perbuatan zhalim, dan sebagainya, karena hal ini lebih ditekankan di bulan puasa.
Sedangkan Ramadhan diambil dari kalimat ﻳﺮﻣﺾ,ﺭﻣﺾﴽﻟﺻﱠﺎﺋﻢyaituapabila orang yang sedang berpuasa terbakar lambungnya karena kehausan.yang menguatkan makna ini adalah hadits yang berbunyi:
ﺻﻼﺓﴽﻷﻭﱠﴽﺑﲔﺣﲔﺗﺮﻣﺾﴽﻟﺻﱠﺎﻝ

“sholatnya orang-orang awwabin (yang sering bertaubat kepada allah) adalah ketika anak unta merasa kepanasan” .
Adapun mengapa bulan tersebut dinamakan dengan bulan ramadhan, hal ini diperselisihkan para ulama:
    Karena ketika puasa diwajibkan pertama kali bertepatan pada musim panas.
    Karena bulan ramadhan itu membakar dosa dan menghapusnya, yaitu menghapus dosa dengan amal sholih yang dikerjakan pada bulan ini
    Ada yang mengatakan bahwa nama Ramadhan tidak memiliki makna seperti halnya nama bulan-bulan lainnya . Allahu A’lam.
Jadi, puasa Ramadhan menurut terminology syari’at adalah seorang muslim menahan diri dari makan, minum, dan seluruh perkara yang membatalkan puasa, dengan niat beribadah kepada Allah, sejak terbit fajar kedua hingga terbenarnya matahari, bagi orang-orang tertentu dan syarat-syarat khusus.
Ibnu Abdil Barr berkata: adapun puasa dalam sudut pandang syari’at, maknanya adalah menahan dari makan, minum, berhubungan intim dengan istri pada siang hari apabila orang yang meninggalkan perkara itu niatnya adalah mencari wajah Allah dan pahala-Nya. Inilah makna puasa dalan syari’at Islam menurut pendapat semua ulama umat ini.

BAB KEDUA
Hukmah Dan Manfa’at Puasa
A.    Indahnya Syari’at islam
Sesungguhnya syariat isla yang mulia ini sangay indah. Segala hukumnya di bangun di atas hikmah dan kemaslahatan. Hanya, kadang kita mengetahuinya dan kadang puka kita tidak mengetahuinya, karena para hamba memang tidak ,mendapat kewajiban untuk mengetahui perincian hikmah allah. Namun, cukup bagi mereka hanya mengimani, mengetahui ilmunya secara umum, dan pasrah sepenuhnya, sebab mengetahui perincian mikmah adalah sesuatu yang diluar batas kemampuan akal manusia.
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya)tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang kamu perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. IQS. An-Nisa’(4):65)
Bagaimanapun juga, seseorang tidak dicegah untuk mengetehui hikmah sutu syari’at Karea haltersebut memiliki beberapa manfaat di antaranya:
    Mengetehui ketinggian dan keindahan syari’at islam karena seua syariat nya di bangun diatas hikmah.
    Bisa diqiaskan (dianalogikan) kepada hal lain yang semakna.
    Lebih menentramkan seseorang hamba dengan hukum tersebut.
    Penyemangat untuk menjalankan syari’at tersebut.
    Bisa memberikan putusan kepada orang lain.
    Memberikan kekuatan ilmu yang matang.
B.    Hikmah Puasa
1.    Melatih jiwa untuk taat kepada allah.
Jiwa sifatnya seperti anak kecil yang perlu dilatih. karena itu,jiwa seseorang muslim harus dilatih dan dibiasakan untuk mengerjakan ketaatan. Salah satu bentuk pelatihan agar jiwa terbiasa dalam mengerjakan ketaatan adalah dengan puasa.  Karena dalam puasa seseorang akan meninggalkan sebagian kenikmatan yang asalnya halal dari menahan makan, minum, dan berkumpul dengan istri, yang semuanya ini ditinggalkan demi mencari ridho dan pahala Allah.
Sudah barang tentu itulah pelatihan yang nyata. Tidak ada yang snggup mengerjakannya kecuali orang yang benar-benar beriman., suci jiwanya, dan tulus cintanya untuk taat kepada Allah. Barang kali iilah yang disyariatkan dlam sebuah hadist yang berbunyi:

“sungguh bau mulutnya orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari pada minyak misk. Dia meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena Aku. Semua aalan bani adam untuknya, kecuali puasa sesungguhnya iauntuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya”
Imam Ibnu hibbban mengatakan: “Syiar dan tanda kaum muminin pada hari kiamat adalah cahaya ynag memancar karena bekas wdhu mereka di dunia, sebagai pembeda dengan umat yang lainnya. Dan syariat mereka juga di hari kiamat dengan puasanya, bau mulut mereka lebih haru di sisi Allah dari pada minyak misk (kasturi) agar mereka terkenal dengan amalan tersebut pada hari perkumpulan. Kita memohon kepada Allah keberkahan pada hari itu.”
2.    Menumbuhkan sifat sabar.
Puasa adlah jihat melawan hawa nafsu dan melatih kesabaran. Di dalam puasa terdapat tiga macam kesabaran
    Sabar dlam ketaatan
    Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan
    Sabar menerima takdir
Alangkah bagusnya ucapan imam Ibnu Rajab. ‘Sabar itu ada tiga macam: sabar dlam mengerjakan ketaatan kapada Allah, sabar dalam meninggalkan larangan Alalh, dan sabar dlam menerima takdir Allah yang menyakitkan.
Semua takdir Allah ini terkumpul dalam ibadah puasa karena dalam ibadah puasa terdapat sabar dalam mengerjakan ketaatan kepada allah, sabar dalam meninggalkan apa yang Allah haramkan dari kelezatan syahwat, dan sabar untuk menerima. Apa yang dia dapat berupa rasa sakit dengan kelaparan dan kehausan serta lemasnya badan jiwa.”
3.    Meredam syahwat.
Tidak di pungkiri bahwa setiap insting (naluri) untuk menyukai lawan jenis. Naluri yang tertanan dalam setiap manusia ini harus tersalurkan pada jalur yang sah yaitu pernikahan. Bila belum mampu menikah maka puasa adalah metode jitu untuk meredam syahwat. Itulah obat mujarab yang telah ditunjukkan oleh nabi kita dalam sabdaya:

ﯾﺄﻣﻌﺸﺮﴽﻟﺸﺒﺄﺏﻣﻦﴽﺳﺘﻄﺄﻉﻣﻨﻜﻢﴽﻟﺒﺄﺀﺓﻓﺄﻴﺘﺰﻭﱠﺝﻓﺈ ﻧﱠﻪﴽﻏﺾﱠﻟﻞﺒﺻﺮﻭﴽﺣﺻﻦﻟﻠﻔﺮﺝ

ﻭﻣﻦﻟﻢﻳﺴﺖﻄﻊﻓﻌﻠﻴﻪﺑﺎﻟﺼﱠﻮﻢﻓﺈﻧﱠﻪﻟﻪﻮﺟﺎﺀ

“ wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian yang sudah mampu menikah segeralah menikah karena pernikahan akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah dia berpuasa, karena hal itu adalah benteng baginya”
4.    Menyukuri nikmat Allah.
Termasuk hikmah puasa adalah mengingatkan kepada seluruh hamba akan besarnya nikmat Allah. Seorang hamba akan menyadari betapa besarnya nikmat kenyang serta merasa puas dala makan dan minum ketika ia merasa lapar dan haus. Perasaan kenyang setelah asalnya lapar atau hilangnya dahaga setelah asalnya kehausan akan mendorong seseorang untuk bersyukur kepada Allah. Sadarilah hal ini saudaraku, jadikanlah puasamu sebagai media untuk leih meningkatkan rasa syukur kepada Allah.’
5.    Solidaritas antara sesame
Itulah hikmah puasa dari sisi kemasyarakatan. Sesungguhnya rasa lapar dan haus demi menjalankan perintah agama akan menumbuhkan solidaritas dan perasaan serta dengan orang-orang miskin yang kesehariannya sering merasakan kelaparan dan kehausan. Hal itu akan menumbuhkan sifat peka dan peduli terhadap saudaranya yang kurang mampu.
Imam Ibnul Qayyim mengatakan:” puasa akan mengingatkan keberadaan orang-orang yang kelaparan dari kalangan orang-orang miskin.”
Ibnu humam berkata:”sesungguhnya tatkala orang yang puasa itu merasakan sakitnya rasa lapar pada sebagian waktu, hal itu akan mengingatkan pada seluruh keadaan dan waktu yang akan membawanya bersegera untuk peduli kepada orang yang kuarang mampu.”
6.    Sebab meraih derajad takwa.
Puasa adalah sebab untuk meraih derajad takwa. Allah berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,(Qs. Al baqoroh ;183).
Sesungguhnya orang-orang yang berpuasa diperintahkan untuk mengerjakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Dengan demikian bila orang yang sedang berpuasa terbetik di dalam hatinya untuk mengerjakan maksiat maka dia akan menahan dan meninggalkannya.
Imam Ibnu Qayyim mengatakan:”puasa mempunyai pengaruh yang sangat menakjubkan dalam menjaga anggota tubuh lahiriah dan kekuatan batiniah. Puasa menjaga dari segala campuran yang membahayakan yang apabila dibiarkan akan merusak seluruh tubuh dan membersihkan dari dzat-dzat yang erusak kesehatan. Puasa dapat menjaga kesehatan hati dan anggota badan dan mengembalokan dari kerusakan syahwat. Ia adalah sarana yang paling besar dalam mewujudkan ketakwaan kepada Allah.’
7.    Menjernihkan hati dan pikiran.
Inilah hikmah yang jarang diketahui manusia. Dengan meninggalkan berbagai kenikmatan dan keinginan jiwa ketika berpuasa, pikiran dan hati menjadi jernih dan bersih. Hati dan pikiran kan terpusat untuk dzikir dan beribadah. Sebaliknya banyak makan dan minum akan membuat hati menjadi lali dan sibuk, bahkan tidak mustahil membuat hati menjadi keras dan gersang.
Ibrahim bin Adhamberkata:”barang siapa yang mampu menahan perutnya akan mampu menjaga agamanya. Barang siapa yang dapat menguasai lapar akan meraih akhlak mulia, karena maksiat kepada Allah sangat jauh bagi orang yang lapar dan sangat dekat bagi yang kenyang. Kenyang dapat mematikan hati karena orang yang kenyang akan banyak senang, gembira, dan tertawa.”
8.    Sehat dengan puasa
Hal itu telah diakui dalam dunia kedokteran. Puasa dapat menyehatkan tubuh manusia dan menyembuhkan dari berbagai penyakit ganas.”  Dengan sedikit makan, anggota pencernaan dapat beristirahat, cairan-cairan dan kotoran yang membahayakan dapat keluar dan hilang. Semua itu adalah hikmah dan keutamaan dari Allah. Tidak adapun perintah Allah kecuali di dalamnya terdapat kebaikan bagi para hamba-Nya.”
Demikianlah sebagian hikmah yang dapat kita ketahui. Bisa jadi masih banyak lagi hikmah-hikmah lainnya yang belum kita ketahui, akan tetapi perlu dicatat bahwa manfaat puasa ini tidak akan tercapai kecuali oleh orang-orang yang berpuasa secara sempurna dari segala yang diharankan Allah. Di berpuasa (menahan diri) dari makan minum berhubungan intim dengan istri. Dia berpuasa dari mendengar yang haram, meliahat yang haram, ucapan yang haram, dan usaha yang haram. Dia senantiasa menjaga waktunya dan selalu memanfaatkan kesempatan bulan puasa dengan ketaatan kepada Rabb-Nya. Maka orang semacam itulah yang dapat meraih manfaat dari puasanya.”

BABB KETIGA
Keutamaan Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat utama dan memiliki beberapa keistimewaan, di antaranya:
A.    Bulan diturunkan al-Quran
. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
(QS. Al-BAqarah:185)
Ini adalah keutamaan yang sangat agung , di mana Allah menurunkan Al-Quran yang mulia kepada Rasul-Nya yang mulia pada waktu yag mulia, sebagai petunjuk dan pedoman bagi umat manusia.

B.    Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, dan Para Setan Dibelenggu
ﻋﻦﺃﰉﻫﺮﻳﺮﺓﺃﻥﱠﺭﺳﻮﻝﺍﷲ ﻗﺄﻝ:ﺇﺫﺍﺧﺄﺀﺭﻣﺿﺄﻥﻓﺘﺤﺖﺃﺑﻮﺍﺏﺍﳉﻨﺔﻭﻏﻠﱠﻘﺖﺃﺑﻮﺏﺍﻟﻨﱠﺎﺭﻭﺻﻔﱠﺪﺕﺍﻟﺷﱠﯿﺎﻄﲔ
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda” Apabila Ramadhan telah tiba, maka dibukakanlah pintu-pinti surge, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah oarasetan.”
C.    Adanya Malam Lailatul Qadar
D.    Pelebur Dosa
E.    Bulan Penuh Ampunan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: