JIWA FUTUWAH

Published April 27, 2013 by bahasaindonesia

Picture1pada suatu peperangan Ali bin Abi Thalib berhasil melumpuhkan dan nyaris membunuh lawannya. ketika pedang di ayunkannya, tiba-tiba sang lawan meludahi Ali. Ali marah dan tidak jadi membunuh musuhnya.

Sang lawan kaget dan bertanya kepada Ali mengurungkan niatnya membunuh padahal ia sudah tak berdaya? Ali menjawab, tadi ketika hendak membunuhmu, niatku bersih karena Allah. tetapi setelah diludahi dan timbul rasa geram, niatnya bercampur dengan amarah. Ali takut membunuh karena nafsu, lalu membebaskan musuhnya itu.

Mendengar jawaban Ali, sang musuh sangat takjub, akhirnya dia masuk Islam. Itulah sifat Futuah Ali. yakni menjunjung tinggi kesatriaan. Ali, setelah menjadi kholifah dan menghadapi konflik politik dengan Muawiyah, bahkan rela kehilangan kursi kekholifahannya. Ali menjunjung tunggi moral politik dalam kesepakatan politik yang dikhianati pihak Muawiyah. Demi kemuliaan akhlak, dia ikhlas jabatan lepas.

Ali sebagaimana teladan NAbi dan para sahabat akbar lainnya memang diajarkan Futuwah, menjalani hidup kesatria meski terhadap musuh sekalipun.

Futuwah, tulis Ibn Al- Husain As-Sulami, ialah pandangan hidup fata, pemuda yang gagah perkasa dan menjalani pencerahan diri. Kesetiaan Abu Bakar Shiddiq, kejujuran dan keadilan Umar bin Khattab, kekhusukan dan kesederhanaan Usman bin Affan, dan keberanian Ali bin Abi Thalib sebagai sahabat maupun khalifah utama penerus Nabi memancarkan jiwa Fata atau Futuwah.

Jiwa Futuwah tercermin dalam kepribadian Ibrahim alaihissalam sewaktu muda yang menghancurkan berhala-berhala yang disembah kaumnya. Allah berfirman” Mereka berkata :”Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim” (QS. Al- Anbiyak:60) . Pemuda Ashabul kahfi juga menunjukkan jiwa Futuwah, sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur’an: “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk”(Q.S. Al-Kahfi:13).

Muhammad sewaktu muda berhasil menyatukan kabilah Arab Quraisy yang nyaris saling menumpahkan darah pada waktu hendak meletakkan hajar aswad.  Muhammad dipilih untuk meletakkan batu hitam itu dengan melibatkan seluruh kepala suku, dengan masing-masing memegang ujung kain yang dibentangkan di mana hajr aswad diangkat bersama untuk diletakkan oleh Muhammad ke bangunan Kakbah. sejak itu Muhammad digelari Al-Amin, sosok    paling terpercaya. Allah bahkan memberi predikat Uswatun Hasanah kepada Nabi akhir zaman itu( Qs. Al- Ahzab:21).

Jika jiwa Futwah kini dipraktikan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara di seluruh muka bumi sungguh utama dan mulia. Suami, Istri, anggota, keluarga hingga guru, dosen, karyawan, buruh, tani, nelayan, dan kalangan profesional yang berjiwa kesatri akan melahirkan kehidupan bersama yang penuh kebaikan serta jauh dari kemunkaran.

Apalagi jika yang berjiwa Futuwah atau kesatria itu para pejabat negara, penegak hukum, polisi, tentara, polisi, tokoh, dan pemimpin negara di seluruh struktur kehidupan di negeri tercinta ini. Sungguh akan melahirkan baldatun Thayyibatun wa rabbun ghafur sebagaimana diidealisasikan dalam Al-Quran. Kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara akan meraih kejayaan di semua bidang kehidupan jika para elit dan pemimpinnya kesatria atau berjiwa negarawan.

Sebaliknya jika jiwa Futuwah itu hilang maka perangai para elit dan pemimpin negara itu akan menjadi kerdil, munafik, menyimpang, korupsi, dan menimbulkan Fasad Fi al-ardl atau kerusakan di muka bumi. Bangsa dan Negara pun akan hancur sebagaimana firman Allah: ” Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” (QS. Ar-Rum:41). A.Nuha

SUARA MUHAMMADIYAH 08/98/5-19 JUMADILAKHIR 1434 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: